Peran Keuangan Sosial Islam dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Negara Berkembang
Keywords:
Keuangan Sosial Islam, SDGs, Zakat, Wakaf, Negara Berkembang, Maqāṣid al-Sharī‘ahAbstract
Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di negara berkembang menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait keterbatasan pendanaan publik dan ketidakmerataan pembangunan. Pendekatan pembiayaan konvensional dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas masalah multidimensional seperti kemiskinan ekstrem, ketimpangan, dan kerusakan lingkungan. Konsep Keuangan Sosial Islam: Keuangan sosial Islam yang termanifestasi dalam instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) menawarkan paradigma alternatif berbasis nilai keadilan distributif (al-‘adl), solidaritas (al-takāful), dan keberlanjutan (al-istiẖlāf). Tujuan dan Metode: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan mekanisme keuangan sosial Islam dalam mendukung pencapaian target-target SDGs di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, menganalisis data sekunder dari laporan lembaga zakat, wakaf, serta organisasi internasional seperti UNDP dan World Bank. Temuan Utama dan Implikasi Kebijakan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa ZISWAF memiliki korelasi kuat dengan beberapa pilar SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1), kesehatan (SDG 3), pendidikan (SDG 4), dan pengurangan ketimpangan (SDG 10). Wakaf produktif, khususnya, berpotensi menjadi instrument pembiayaan berkelanjutan untuk infrastruktur sosial. Namun, efektivitasnya bergantung pada penguatan tata kelola, digitalisasi, dan integrasi ke dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional. Implikasi kebijakan menekankan perlunya sinergi kelembagaan antara otoritas ZISWAF dan pemerintah untuk memaksimalkan dampak kontribusinya terhadap Agenda 2030.





