Strategi Dakwah Partisipatif dalam Membangun Ketahanan Sosial Masyarakat
Keywords:
Dakwah partisipatif, ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, komunikasi dakwah, kohesi sosialAbstract
Masyarakat kontemporer dihadapkan pada kompleksitas tantangan sosial seperti disintegrasi, konflik horizontal, individualisme, dan degradasi nilai-nilai kolektivitas. Fenomena ini menggerus fondasi ketahanan sosial, yaitu kemampuan suatu komunitas untuk bertahan, beradaptasi, dan tumbuh dalam menghadapi tekanan dan guncangan. Dakwah, sebagai proses transformasi nilai-nilai Islam, dituntut untuk berevolusi dari pendekatan monologis-normatif menuju paradigma partisipatif yang memberdayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan strategi dakwah partisipatif serta mengkaji kontribusinya dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di dua komunitas, yang dikombinasikan dengan kajian pustaka mendalam (mixed-methods exploratory sequential design). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan da’i dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen. Temuan utama yakni dakwah partisipatif yang diwujudkan melalui forum dialogis (بَأْسُكُمْ دَافِعٌ), kolaborasi aksi sosial (لَيْسَ مِنَّا), dan pemberdayaan berbasis lokal terbukti signifikan memperkuat kohesi sosial, kepercayaan kolektif (التَّقْوَى), kapasitas adaptasi, dan solidaritas komunitas. Temuan penelitian menegaskan perlunya reorientasi strategi dakwah ke arah pendekatan bottom-up, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan konkret masyarakat untuk mengoptimalkan kontribusinya terhadap ketahanan sosial nasional.






