Dakwah sebagai Instrumen Pemberdayaan Sosial dalam Mengatasi Kemiskinan Perkotaan

Authors

  • Abdul Wadud Nafis Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Author

Keywords:

Dakwah Transformatif, Pemberdayaan Sosial, Kemiskinan Perkotaan, Ekonomi Syariah, Modal Sosial

Abstract

Kemiskinan perkotaan merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya mencakup dimensi ekonomi, tetapi juga sosial, kultural, dan spiritual. Pendekatan struktural-ekonomi konvensional sering kali gagal menjangkau akar masalah non-material yang justru determinan. Penelitian ini berargumen bahwa dakwah Islam, ketika direkonstruksi dalam paradigma transformatif, dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang efektif. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur yang mendalam, penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara tiga modus dakwah bil-lisān (verbal), bil-ḥāl (aksi nyata), dan bil-tamkīn (pemberdayaan) menghasilkan pendekatan holistik. Paradigma ini menggeser peran dai dari preacher menjadi facilitator dan change agent, serta mentransformasi lembaga dakwah menjadi pusat pemberdayaan komunitas. Implementasinya mencakup program ekonomi syariah berbasis komunitas (seperti BMT dan ZIS produktif), pendidikan vokasi dan karakter, serta penguatan modal sosial melalui jejaring majelis taklim. Studi kasus dari berbagai lembaga dakwah di Indonesia menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas, pendapatan, dan kesejahteraan psiko-spiritual masyarakat miskin kota. Namun, tantangan seperti individualisme urban, kapasitas sumber daya manusia yang terbatas, dan fragmentasi kelembagaan masih menghadang. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan reorientasi kurikulum pendidikan dai, kolaborasi strategis dengan multipihak, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan sistem kelembagaan untuk mengoptimalkan peran dakwah dalam membangun kesejahteraan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-11

Issue

Section

Articles