Implementasi Dakwah Humanis dalam Mencegah Radikalisme

Authors

  • Aang Burhanuddin Universitas Islam Syarifuddin Lumajang image/svg+xml Author

Keywords:

Dakwah Humanis, Radikalisme, Deradikalisasi, Islam Moderat, Kontra-Narasi Digital, Komunikasi Transformasional, Kearifan Lokal

Abstract

Ancaman radikalisme berbasis agama merupakan fenomena kompleks yang menggerus fondasi sosial bangsa dan mendistorsi wajah Islam sebagai agama perdamaian. Penelitian kualitatif studi kepustakaan ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran dakwah humanis sebagai strategi preventif dan kuratif dalam menangkal radikalisme. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah humanis, yang berakar pada paradigma rahmah (kasih sayang universal), ḥikmah (kebijaksanaan kontekstual), mau‘iẓah hasanah (komunikasi etis), dan mujādalah bi allatī hiya aḥsan (dialektika konstruktif), menawarkan kerangka operasional yaAang Buthanuddinng efektif untuk dekonstruksi narasi ekstrem dan rekonstruksi kesadaran keagamaan yang inklusif. Implementasinya memerlukan pendekatan multi-level, mulai dari pendidikan karakter berbasis nilai moderasi (ta’līm al-wasaṭiyyah), pemanfaatan media digital untuk kontra-narasi kreatif, hingga pendampingan komunitas berbasis kearifan lokal (local genius). Tantangan struktural meliputi hegemoni ruang digital oleh kelompok ekstremis, defisit kompetensi komunikatif da’i, dan ketimpangan sosio-ekonomi yang menjadi lahan subur radikalisasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah humanis sebagai imun sosial terhadap radikalisme bergantung pada sinergi trilogi: kapasitas agensi da’i yang transformatif, ekosistem media yang beradab, serta kebijakan negara yang pro-harmoni. Rekomendasi strategis diarahkan pada penguatan kurikulum pendidikan dakwah berbasis paradigma humanis, inisiatif literasi media kritis, dan model kemitraan negara-masyarakat dalam program deradikalisasi yang partisipatif.

Downloads

Published

2026-06-11

Issue

Section

Articles