Bimbingan Keagamaan bagi Masyarakat Marginal
Keywords:
Bimbingan Keagamaan, Masyarakatakat Marginal, Dakwah Islam, Pemberdayaan, Inklusi Sosial, Dakwah KulturalAbstract
Masyarakat marginal menghadapi tantangan multidimensional yang kerap meminggirkan mereka tidak hanya secara ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam akses terhadap bimbingan spiritual dan keagamaan yang bermakna. Ketidaksetaraan ini bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan rahmat universal (rahmatan lil ‘alamin) dalam Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, strategi, dan efektivitas bimbingan keagamaan bagi masyarakat marginal dari perspektif dakwah Islam, serta merumuskan model pendekatan yang inklusif dan memberdayakan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa komunitas marginal perkotaan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, da’i, dan pekerja sosial, serta analisis dokumen. Bimbingan keagamaan yang efektif bagi kelompok marginal memerlukan pendekatan dakwah yang transformatif, yang mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, penghormatan terhadap martabat, dan penggunaan metode kultural. Pendekatan charity-based yang karitatif semata kurang berdampak berkelanjutan dibandingkan pendekatan rights-based yang mengakui hak spiritual dan sosial mereka. Kajian ini memberikan kerangka konseptual dan praktis bagi pelaku dakwah dan lembaga keagamaan untuk mengembangkan program bimbingan yang tidak hanya bersifat doktrinal, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan inklusi sosial.






