RESPONSE SUBMISSION
REREFERCE MANAGEMENT TOOLS
IN COLLABORATION WITH
BROWSE
VISITORS
Masyarakat kontemporer dihadapkan pada kompleksitas tantangan sosial seperti disintegrasi, konflik horizontal, individualisme, dan degradasi nilai-nilai kolektivitas. Fenomena ini menggerus fondasi ketahanan sosial, yaitu kemampuan suatu komunitas untuk bertahan, beradaptasi, dan tumbuh dalam menghadapi tekanan dan guncangan. Dakwah, sebagai proses transformasi nilai-nilai Islam, dituntut untuk berevolusi dari pendekatan monologis-normatif menuju paradigma partisipatif yang memberdayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan strategi dakwah partisipatif serta mengkaji kontribusinya dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di dua komunitas, yang dikombinasikan dengan kajian pustaka mendalam (mixed-methods exploratory sequential design). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan da’i dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen. Temuan utama yakni dakwah partisipatif yang diwujudkan melalui forum dialogis (بَأْسُكُمْ دَافِعٌ), kolaborasi aksi sosial (لَيْسَ مِنَّا), dan pemberdayaan berbasis lokal terbukti signifikan memperkuat kohesi sosial, kepercayaan kolektif (التَّقْوَى), kapasitas adaptasi, dan solidaritas komunitas. Temuan penelitian menegaskan perlunya reorientasi strategi dakwah ke arah pendekatan bottom-up, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan konkret masyarakat untuk mengoptimalkan kontribusinya terhadap ketahanan sosial nasional.
Kemiskinan perkotaan merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya mencakup dimensi ekonomi, tetapi juga sosial, kultural, dan spiritual. Pendekatan struktural-ekonomi konvensional sering kali gagal menjangkau akar masalah non-material yang justru determinan. Penelitian ini berargumen bahwa dakwah Islam, ketika direkonstruksi dalam paradigma transformatif, dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang efektif. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur yang mendalam, penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara tiga modus dakwah bil-lisān (verbal), bil-ḥāl (aksi nyata), dan bil-tamkīn (pemberdayaan) menghasilkan pendekatan holistik. Paradigma ini menggeser peran dai dari preacher menjadi facilitator dan change agent, serta mentransformasi lembaga dakwah menjadi pusat pemberdayaan komunitas. Implementasinya mencakup program ekonomi syariah berbasis komunitas (seperti BMT dan ZIS produktif), pendidikan vokasi dan karakter, serta penguatan modal sosial melalui jejaring majelis taklim. Studi kasus dari berbagai lembaga dakwah di Indonesia menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas, pendapatan, dan kesejahteraan psiko-spiritual masyarakat miskin kota. Namun, tantangan seperti individualisme urban, kapasitas sumber daya manusia yang terbatas, dan fragmentasi kelembagaan masih menghadang. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan reorientasi kurikulum pendidikan dai, kolaborasi strategis dengan multipihak, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan sistem kelembagaan untuk mengoptimalkan peran dakwah dalam membangun kesejahteraan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ancaman radikalisme berbasis agama merupakan fenomena kompleks yang menggerus fondasi sosial bangsa dan mendistorsi wajah Islam sebagai agama perdamaian. Penelitian kualitatif studi kepustakaan ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran dakwah humanis sebagai strategi preventif dan kuratif dalam menangkal radikalisme. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah humanis, yang berakar pada paradigma rahmah (kasih sayang universal), ḥikmah (kebijaksanaan kontekstual), mau‘iẓah hasanah (komunikasi etis), dan mujādalah bi allatī hiya aḥsan (dialektika konstruktif), menawarkan kerangka operasional yaAang Buthanuddinng efektif untuk dekonstruksi narasi ekstrem dan rekonstruksi kesadaran keagamaan yang inklusif. Implementasinya memerlukan pendekatan multi-level, mulai dari pendidikan karakter berbasis nilai moderasi (ta’līm al-wasaṭiyyah), pemanfaatan media digital untuk kontra-narasi kreatif, hingga pendampingan komunitas berbasis kearifan lokal (local genius). Tantangan struktural meliputi hegemoni ruang digital oleh kelompok ekstremis, defisit kompetensi komunikatif da’i, dan ketimpangan sosio-ekonomi yang menjadi lahan subur radikalisasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah humanis sebagai imun sosial terhadap radikalisme bergantung pada sinergi trilogi: kapasitas agensi da’i yang transformatif, ekosistem media yang beradab, serta kebijakan negara yang pro-harmoni. Rekomendasi strategis diarahkan pada penguatan kurikulum pendidikan dakwah berbasis paradigma humanis, inisiatif literasi media kritis, dan model kemitraan negara-masyarakat dalam program deradikalisasi yang partisipatif.
Perkembangan media sosial telah mentransformasi lanskap dakwah Islam secara fundamental, menggeser metode dari komunikasi konvensional satu arah ke model digital yang interaktif dan partisipatif. Penelitian kualitatif studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis transformasi bentuk dan strategi dakwah di ruang digital, mengidentifikasi tantangan multidimensi yang muncul, serta merumuskan peluang dan strategi optimalisasi berdasarkan perspektif etika Islam dan teori komunikasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi mencakup perubahan format menjadi konten multimedia pendek, pergeseran gaya komunikasi menjadi lebih populis, dan evolusi relasi dai-mad'u yang lebih setara. Namun, transformasi ini diiringi tantangan kompleks seperti distorsi dan simplifikasi pesan keagamaan, komodifikasi agama, polarisasi akibat ruang gema (echo chambers), dan kesenjangan literasi digital. Di sisi lain, media sosial menawarkan peluang strategis berupa jangkauan global, segmentasi audiens yang presisi, ruang untuk kreativitas tanpa batas, serta penguatan narasi Islam wasathiyah (moderat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keefektifan dakwah digital di masa depan bergantung pada kemampuan integrasi antara kedalaman ilmu agama, kecakapan literasi digital kritis, dan komitmen pada etika komunikasi Islam yang berlandaskan pada prinsip hikmah, mau'izhah hasanah, dan jidal bi allati hiya ahsan. Strategi hybrid yang sinergis antara aktivitas daring dan luring, serta penguatan peran kelembagaan, menjadi kunci untuk mengoptimalkan peluang dan memitigasi risiko.
Transformasi media digital telah menggeser lanskap dakwah Islam secara fundamental, dari mimbar tradisional ke platform digital yang dimediasi oleh algoritma. Penelitian ini menganalisis peran algoritma media sosial dalam membentuk arah, karakter, dan distribusi narasi dakwah Islam kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis framing dan studi literatur sistematis, penelitian ini mengkaji bagaimana logika algoritma yang berorientasi pada keterlibatan (engagement) seperti yang dioperasikan oleh platform TikTok, Instagram, dan YouTube mempengaruhi produksi konten keagamaan. Temuan utama menunjukkan bahwa algoritma cenderung mengamplifikasi konten dakwah yang bersifat emosional, kontroversial, dan terfragmentasi dalam format pendek, sehingga berpotensi menyebabkan simplifikasi pesan agama, polarisasi narasi (inklusif vs. eksklusif), dan rekonfigurasi otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke figur influencer populer. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis seperti komodifikasi agama dan pembentukan echo chamber, serta peluang strategis untuk mendorong narasi moderasi beragama (wasathiyyah). Implikasi studi ini menekankan pentingnya literasi algoritma bagi para dai dan lembaga dakwah, serta perlunya strategi konten hybrid yang adaptif terhadap logika platform digital tanpa mengorbankan kedalaman substansi dan integritas pesan keagamaan.
Latar belakang pentingnya retorika dalam aktivitas dakwah terletak pada esensi dakwah itu sendiri sebagai proses komunikasi persuasif yang bertujuan mengajak kepada kebaikan (al-ma‘ruf) dan mencegah dari kemungkaran (al-munkar). Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada kemampuan da’i dalam menyusun dan menyampaikan pesan secara efektif (Al-Qardhawi, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam pengaruh retorika yang digunakan oleh da’i terhadap perubahan sikap keagamaan pada mad’u (objek dakwah), dengan fokus pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan kualitatif untuk mensintesis teori dan temuan dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa retorika yang efektif, yang dibangun di atas kredibilitas (ethos), daya emosional (pathos), dan logika argumentasi (logos) yang selaras dengan nilai-nilai Islam, secara signifikan memengaruhi perubahan sikap keagamaan mad’u. Implikasinya, peningkatan kompetensi retorika da’i merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan efektivitas dakwah di era kontemporer.
Era digital telah mentransformasi lanskap dakwah secara fundamental, menciptakan paradoks antara tantangan disruptif dan peluang ekspansif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lembaga dakwah tradisional menghadapi tekanan untuk beradaptasi dengan logika media baru, sementara kemunculan aktor dakwah individu di ruang digital menciptakan kompetisi dan fragmentasi audiens (Campbell, 2013; Bunt, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip manajemen strategis dalam konteks operasional lembaga dakwah untuk menghadapi dinamika era digital secara komprehensif. Fokus penelitian meliputi proses perumusan strategi, implementasi taktis, dan evaluasi kinerja dakwah digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan analisis mendalam pada tiga lembaga dakwah di Indonesia, melalui teknik triangulasi data wawancara, observasi partisipatif, dan analisis konten digital. Temuan utama penelitian mengungkap bahwa keberhasilan dakwah digital sangat bergantung pada kapasitas lembaga dalam melakukan alokasi sumber daya strategis, membangun budaya organisasi yang adaptif, dan mengintegrasikan nilai-nilai ushuluddin secara kreatif ke dalam produk konten digital. Implikasi strategisnya menekankan pada kebutuhan model hybrid yang memadukan otoritas keilmuan tradisional dengan kelincahan komunikasi digital, serta penguatan tata kelola (governance) yang transparan dan akuntabel. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoritis manajemen strategis yang kontekstual dengan nilai-nilai keislaman dan operasional di ruang digital.
Masyarakat marginal menghadapi tantangan multidimensional yang kerap meminggirkan mereka tidak hanya secara ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam akses terhadap bimbingan spiritual dan keagamaan yang bermakna. Ketidaksetaraan ini bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan rahmat universal (rahmatan lil ‘alamin) dalam Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, strategi, dan efektivitas bimbingan keagamaan bagi masyarakat marginal dari perspektif dakwah Islam, serta merumuskan model pendekatan yang inklusif dan memberdayakan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa komunitas marginal perkotaan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, da’i, dan pekerja sosial, serta analisis dokumen. Bimbingan keagamaan yang efektif bagi kelompok marginal memerlukan pendekatan dakwah yang transformatif, yang mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, penghormatan terhadap martabat, dan penggunaan metode kultural. Pendekatan charity-based yang karitatif semata kurang berdampak berkelanjutan dibandingkan pendekatan rights-based yang mengakui hak spiritual dan sosial mereka. Kajian ini memberikan kerangka konseptual dan praktis bagi pelaku dakwah dan lembaga keagamaan untuk mengembangkan program bimbingan yang tidak hanya bersifat doktrinal, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan inklusi sosial.
RESPONSE SUBMISSION
REREFERCE MANAGEMENT TOOLS
IN COLLABORATION WITH
BROWSE
VISITORS
International Journal of Da'wah Studies
Jalan Juwet Nomor 19, Dusun Krajan 2, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, 67351
Telp. +62 852-0458-1809 e-mail: ijds.ummulquro@gmail.com

International Journal of Da'wah Studies
Published by CV. Ummul Quro Littijaroh, Indonesia is licensed under CC BY-SA 4.0