Urgensi Tasawuf Dalam Kehidupan Generasi Z: Sebuah Resiliensi Spiritual Di Era Digital
Keywords:
generasi z, tasawuf spiritualitas digital, takziyat al-nafs, relisiensi spiritual, krisis identitasAbstract
Fenomena disrupsi teknologi digital telah membawa transformasi mendasar pada aspek kognitif, afektif, dan psikososial Generasi Z yang lahir 1997-2012. Generasi yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan hiper-konektif ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks, termasuk information overload, krisis identitas, kecemasan sosial (social anxiety), fear of missing out (FoMO), serta degradasi makna hidup (Twenge, 2017). Dalam konteks ini, tasawuf sebagai dimensi esoteris dan psikospiritual Islam yang berfokus pada tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) dan taqarrub ila Allah (pendekatan diri kepada Tuhan) menawarkan kerangka filosofis dan praktis untuk membangun resiliensi spiritual. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis urgensi nilai-nilai tasawuf sebagai respons terhadap problematika eksistensial Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis-hermeneutis untuk menafsir ulang konsep klasik tasawuf dalam konteks kontemporer. Pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama: (1) analisis karakteristik dan tantangan psiko-spiritual Generasi Z, (2) eksplorasi relevansi konsep dasar tasawuf seperti muhasabah, ikhlas, zuhud, dan sabar, dan (3) proposisi model implementasi tasawuf melalui pendidikan, media digital, dan lifestyle modern. Simpulan kajian menunjukkan bahwa tasawuf bukan sekadar tradisi masa lalu, melainkan sebuah spiritual technology yang dapat diintegrasikan untuk mengembangkan kesehatan mental, ketenangan batin (sakînah), serta etika digital yang autentik, sehingga membentuk generasi yang tangguh secara spiritual di tengah gelombang modernitas.


Another indexing>>