
Vol. 1 No. 1 (2025): December
Journal of Islamic Insights is a scholarly journal that focuses on multidisciplinary studies of Religious Studies and Arts & Humanities. It covers (1) Islamic studies, (2) Islamic education, (3) Islamic economics and finance, da'wah and communication, (4) Islamic law, and (5) the integration of Islamic values with contemporary social, cultural, and technological developments. The journal serves as an academic platform for presenting in-depth analyses, empirical findings, and critical perspectives that offer new insights into the advancement of Islamic scholarship. It welcomes contributions from researchers, academics, practitioners, and observers who are committed to promoting a moderate, inclusive, and civilisation-oriented understanding of Islam.
Articles
-
Analisis Hukum Bunga Bank Dalam Pandangan Ulama Kontemporer
Abdul Wadud Nafis IndonesiaBunga bank telah menjadi instrumen fundamental dalam sistem keuangan konvensional global. Namun, dalam perspektif Islam, keberadaannya menuai perdebatan panjang di kalangan ulama kontemporer karena dikaitkan dengan riba yang diharamkan secara tegas dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Artikel jurnal ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis variasi pandangan ulama kontemporer mengenai hukum bunga bank. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka dengan pendekatan analisis isi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat tiga kelompok utama pandangan ulama. Kelompok pertama secara tegas mengharamkan semua bentuk bunga bank, karena dianggap identik dengan riba nasi'ah. Kelompok kedua membolehkan bunga bank dalam kondisi tertentu berdasarkan prinsip darurat atau maslahat, seperti untuk keperluan pembangunan atau mengatasi inflasi. Kelompok ketiga mengambil pendekatan hybrid dengan membedakan jenis transaksi, misalnya mengharamkan bunga untuk pinjaman konsumtif tetapi membolehkan untuk simpanan atau pinjaman produktif dengan syarat tertentu. Analisis kritis menunjukkan bahwa perbedaan ini bersumber dari perbedaan metodologi ijtihad, pemahaman nash, serta pertimbangan konteks sosio-ekonomi modern. Sebagai jalan tengah, sistem perbankan syariah hadir sebagai alternatif solusi yang berusaha menghindari praktik riba.
Pages: 1-10Views: - Downloads: -Urgensi Tasawuf Dalam Kehidupan Generasi Z: Sebuah Resiliensi Spiritual Di Era Digital
Aang Burhanuddin IndonesiaFenomena disrupsi teknologi digital telah membawa transformasi mendasar pada aspek kognitif, afektif, dan psikososial Generasi Z yang lahir 1997-2012. Generasi yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan hiper-konektif ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks, termasuk information overload, krisis identitas, kecemasan sosial (social anxiety), fear of missing out (FoMO), serta degradasi makna hidup (Twenge, 2017). Dalam konteks ini, tasawuf sebagai dimensi esoteris dan psikospiritual Islam yang berfokus pada tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) dan taqarrub ila Allah (pendekatan diri kepada Tuhan) menawarkan kerangka filosofis dan praktis untuk membangun resiliensi spiritual. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis urgensi nilai-nilai tasawuf sebagai respons terhadap problematika eksistensial Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis-hermeneutis untuk menafsir ulang konsep klasik tasawuf dalam konteks kontemporer. Pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama: (1) analisis karakteristik dan tantangan psiko-spiritual Generasi Z, (2) eksplorasi relevansi konsep dasar tasawuf seperti muhasabah, ikhlas, zuhud, dan sabar, dan (3) proposisi model implementasi tasawuf melalui pendidikan, media digital, dan lifestyle modern. Simpulan kajian menunjukkan bahwa tasawuf bukan sekadar tradisi masa lalu, melainkan sebuah spiritual technology yang dapat diintegrasikan untuk mengembangkan kesehatan mental, ketenangan batin (sakînah), serta etika digital yang autentik, sehingga membentuk generasi yang tangguh secara spiritual di tengah gelombang modernitas.
Pages: 11-20Views: - Downloads: -Spiritual Personal Branding: Integrasi Nilai Transenden Dalam Konstruksi Identitas Di Era Digital
Nurhafid Ishari IndonesiaPerkembangan pesat teknologi digital telah mentransformasi lanskap interaksi sosial dan konstruksi identitas. Dalam ekosistem yang kompetitif ini, personal branding telah berevolusi dari sekadar alat manajemen reputasi menjadi imperatif strategis untuk membedakan diri, membangun kredibilitas, dan menciptakan nilai. Namun, dominansi logika instrumental dan hasrat akan validasi eksternal seringkali mengorbankan keaslian (authenticity) dan makna yang lebih dalam (Khedher, 2014; Pooley, 2010). Sebagai respons terhadap kondisi ini, artikel ini mengusulkan dan mengkaji konsep Spiritual Personal Branding (SPB)—sebuah paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan transenden ke dalam proses strategis pembentukan citra diri. Artikel ini menggunakan metodologi kajian pustaka sistematis dan analisis filosofis. Pembahasan dimulai dengan menelusuri genealogi konsep personal branding dan krisis autentisitasnya, kemudian merumuskan definisi operasional SPB beserta landasan filosofis-teologisnya. Selanjutnya, diuraikan karakteristik inti, model dimensi internal-eksternal, serta implementasi SPB dalam ranah profesional, bisnis, dakwah, dan media digital. Artikel ini juga mengkaji secara kritis tantangan yang muncul dari tekanan ekosistem digital dan potensi kemunafikan, sekaligus memetakan peluang pengembangannya seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental dan etika. Simpulan menegaskan bahwa SPB bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan sebuah praktik refleksif dan etis yang menawarkan keberlanjutan dan dampak sosial yang otentik di tengah kebisingan ruang digital kontemporer.
Pages: 21-30Views: - Downloads: -Strategi Islam Dalam Menanggulangi Pengangguran: Sebuah Analisis Komprehensif
Latifah Ali IndonesiaPengangguran merupakan fenomena ekonomi-multidimensi yang menjadi masalah kronis di banyak negara, termasuk negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga pada disintegrasi sosial, psikologis individu, dan stabilitas politik. Islam, sebagai agama yang lengkap (kāffah), menawarkan paradigma dan kerangka solutif yang bersifat integral, menggabungkan dimensi spiritual, moral, dan teknis-ekonomi. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi Islam dalam menanggulangi pengangguran secara mendalam dan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap teks-teks primer (al-Qur’an dan Sunnah) serta literatur ekonomi Islam kontemporer. Pembahasan diklasifikasikan ke dalam enam strategi utama: (1) Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan etos kerja, (2) Pengembangan Kewirausahaan (Entrepreneurship) Syariah, (3) Optimalisasi Zakat sebagai Instrumen Produktif, (4) Revitalisasi Wakaf Produktif, (5) Reformasi Distribusi Aset dan Mekanisme Pasar, serta (6) Peran Negara (Dawlah) dalam Kebijakan Ketenagakerjaan. Analisis menunjukkan bahwa strategi Islam tidak bersifat reaktif dan partial, melainkan proaktif dan sistemik, menekankan pada pencegahan (preventif) sekaligus penyembuhan (kuratif), serta mengintegrasikan peran individu, masyarakat, dan negara dalam satu kesatuan sistem yang saling mendukung (takaful). Implementasi yang komprehensif dan konsisten dari strategi-strategi ini diharapkan dapat mengatasi pengangguran secara signifikan, menciptakan masyarakat produktif, dan mewujudkan keadilan ekonomi sebagaimana menjadi tujuan syariah (maqāṣid al-sharī‘ah).
Pages: 31-40Views: - Downloads: -Pemikiran Pendidikan KH. Hasyim Asy‘ari : Sebuah Analisis Akademik Komprehensif
Hafidz Iqbal Wira Damiri IndonesiaKH. Hasyim Asy‘ari (1871–1947) merupakan arsitek intelektual dan kultural yang meletakkan fondasi kokoh bagi pendidikan Islam tradisional-modern di Nusantara. Sebagai pendiri Pesantren Tebuireng dan salah satu penggagas Nahdlatul Ulama, pemikirannya yang termaktub dalam berbagai karya, terutama Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim, menawarkan paradigma pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi intelektual (al-‘ilm), spiritual (al-ihlas), dan moral (al-akhlāq). Tulisan ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dan sistematis filsafat pendidikan KH. Hasyim Asy‘ari dengan pendekatan historis-analitis. Kajian ini menyimpulkan bahwa inti pemikiran pendidikannya berporos pada konsep adab sebagai prasyarat epistemologis dan ontologis dalam menuntut ilmu. Sistem yang dibangunnya berhasil mensintesis antara otoritas tradisi pesantren salaf dengan kebutuhan pembaruan metodologis, menjadikan Pesantren Tebuireng sebagai model yang adaptif. Relevansi pemikirannya pada era kontemporer sangat nyata, khususnya dalam merespon tantangan dekadensi moral, krisis keteladanan pendidik, dan kebutuhan akan pendidikan karakter yang berbasis nilai. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai akar filosofis pendidikan pesantren dan pijakan etisnya dalam konteks pendidikan Islam Indonesia modern.
Pages: 41-50Views: - Downloads: -Analisis Strategi Ekonomi Nabi Yusuf A.S Sebagai Dasar Pembentukan Ekonomi Islam
Abdul Rokhim IndonesiaArtikel ini bertujuan menganalisis kisah Nabi Yusuf AS. dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Yusuf, melalui perspektif ilmu ekonomi dan perencanaan strategis. Berdasarkan studi Al-Hasyimi (2020), penelitian ini berargumen bahwa Nabi Yusuf AS. tidak hanya sebagai nabi, tetapi juga sebagai arsitek ekonomi yang menerapkan prinsip perencanaan ekonomi yang visioner, terintegrasi, dan relevan hingga saat ini, yang dapat dijadikan fondasi operasional ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis isi, yang menelaah buku يوسف عليه السلام مخططاً اقتصادياً serta sumber-sumber primer Al-Qur'an, Hadis, dan literatur ekonomi Islam kontemporer. Analisis dilakukan dengan mengekstraksi tema ekonomi, merekonstruksi strategi perencanaan, serta membandingkannya dengan teori ekonomi modern dan Islam. Temuan menunjukkan bahwa rencana ekonomi Nabi Yusuf AS. mencakup visi jangka menengah, efisiensi produksi, manajemen logistik dan penyimpanan berbasis sains, ketahanan pangan, kebijakan konsumsi berkelanjutan, serta integrasi antara perencanaan dan pelaksanaan di bawah kepemimpinan yang amanah dan kompeten. Prinsip-prinsip ini selaras dengan ekonomi Islam, termasuk keadilan distributif, larangan riba, konsep kepemilikan sebagai amanah (istikhlaf), dan pencapaian maqashid al-syari'ah. Kesimpulannya, kisah Nabi Yusuf AS. menawarkan paradigma ekonomi yang holistik, etis, proaktif, dan berkelanjutan, yang dapat menjadi alternatif praktis bagi sistem ekonomi modern, memperkuat ketahanan ekonomi, tata kelola yang etis, serta kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
Pages: 51-60Views: - Downloads: -Manajemen Perguruan Tinggi Islam di Era Artificial Intelligence (AI): Tantangan, Peluang, dan Strategi Transformasi
Aminatuz Zahroh IndonesiaPerkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan fundamental dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Perguruan Tinggi Islam (PTI), khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seperti UIN, IAIN, dan STAI di Indonesia, dihadapkan pada tuntutan adaptasi manajerial agar tetap relevan, kompetitif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen perguruan tinggi Islam di era AI dengan menyoroti tantangan, peluang, serta strategi transformasi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah, kebijakan pendidikan, dan kajian keislaman kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi meningkatkan efektivitas manajemen akademik, tata kelola kelembagaan, layanan mahasiswa, serta pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Namun, penerapannya juga menghadirkan tantangan etis, kultural, dan sumber daya manusia yang signifikan. Oleh karena itu, manajemen PTI di era AI harus berlandaskan integrasi antara teknologi, nilai-nilai Islam, dan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah agar transformasi digital berjalan secara berkeadilan, berkelanjutan, dan bermakna.
Pages: 61-70Views: - Downloads: -Qawā‘Id Fiqhiyyah Dan Implementasinya Dalam Ekonomi Syariah Modern
Shibghatallah IndonesiaQawā‘Id fiqhiyyah penting dalam hukum Islam maupun implementasinya bagi ekonomi syariah modern. Kajian ini menegaskan bahwa qawā‘id fiqhiyyah bukan hanya berfungsi sebagai instrumen istinbāṭ hukum, namun juga sebagai kerangka epistemik yang memungkinkan pengembangan regulasi dan praktik ekonomi syariah yang adaptif tanpa keluar dari batasan syariah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur klasik dan kontemporer sehingga menghasilkan analisis komprehensif mengenai penerapan kaidah fiqh dalam produk perbankan syariah, keuangan mikro, fintech syariah, dan sektor bisnis halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kaidah fiqhiyyah kubrā memainkan peran dominan dalam menyelesaikan permasalahan transaksi modern yang kompleks—termasuk isu risiko, ketidakpastian, akad digital, dan inovasi produk keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa qawā‘id fiqhiyyah memiliki relevansi substansial dan dapat dijadikan landasan normatif yang fleksibel bagi perkembangan ekonomi syariah global.
Pages: 71-80Views: - Downloads: -Strategi Dakwah Di Kalangan Generasi Z Di Era AI
Alhimni Fahma IndonesiaGenerasi Z, yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital yang serba terhubung, menghadirkan tantangan dan peluang unik bagi dunia dakwah. Kelompok demografi ini memiliki karakteristik kognitif, sosial, dan spiritual yang berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga pendekatan dakwah konvensional seringkali kurang efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi dakwah yang relevan bagi Generasi Z dengan memanfaatkan kerangka era IAI—Inovasi, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mensintesis temuan dari berbagai literatur terkait media digital, psikologi generasi Z, dan komunikasi dakwah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi IAI ke dalam strategi dakwah dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan utama: (1) Inovasi dalam konten dan platform, seperti penggunaan media sosial interaktif (TikTok, Instagram Reels, Podcast) dan gamifikasi nilai-nilai Islam; (2) Artificial Intelligence untuk personalisasi pengalaman keberagamaan, seperti chatbot penasihat agama, sistem rekomendasi konten Islami, dan analisis data untuk pemetaan kebutuhan spiritual; serta (3) Internet sebagai ruang dakwah yang inklusif dan kolaboratif, memfasilitasi komunitas virtual dan pembelajaran online. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan dakwah di era IAI harus bersifat dialogis, visual, on-demand, dan terpersonalisasi, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip akidah yang sahih. Sebuah model strategi integratif diajukan untuk membantu para dai dan lembaga dakwah dalam menjangkau dan menginspirasi Generasi Z.
Pages: 81-90Views: - Downloads: -Peran Zakat Produktif dalam Menanggulangi Kemiskinan: Analisis Pemberdayaan Ekonomi dan Transformasi Sosial
Nurul Widyawati IndonesiaKemiskinan tetap menjadi tantangan global yang kompleks, membutuhkan intervensi multidimensi yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam perspektif ekonomi Islam, zakat muncul bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan fiskal sosial yang potensial untuk redistribusi kekayaan dan pemberdayaan ekonomi. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran zakat produktif—yakni pendayagunaan zakat untuk kegiatan ekonomi yang menghasilkan—sebagai mekanisme strategis dalam menanggulangi kemiskinan struktural. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur sistematis, artikel ini menyajikan eksplorasi mendalam terhadap landasan teologis-hukum zakat produktif, kerangka teoritis pemberdayaan ekonomi, mekanisme operasional, dampak multidimensi, serta tantangan dan strategi pengembangannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa zakat produktif, apabila dikelola secara profesional, akuntabel, dan terintegrasi dengan program pemberdayaan komprehensif (pendampingan, pelatihan, akses pasar), dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan dan aset mustahik, mendorong kemandirian ekonomi, mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif, serta berkontribusi pada pengurangan kesenjangan dan stabilitas sosial. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas kelembagaan amil zakat, kesesuaian program dengan kebutuhan lokal, dan keberlanjutan pendampingan. Artikel ini menyimpulkan bahwa zakat produktif merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif berbasis nilai-nilai keislaman, yang memerlukan sinergi kuat antara regulator, lembaga amil zakat, masyarakat sipil, dan sektor finansial syariah untuk memaksimalkan dampaknya.
Pages: 91-100Views: - Downloads: -indexed by
ISSN

JOURNAL DETAIL
Information
Journal of Islamic Insights
Jalan Juwet Nomor 19, Dusun Krajan 2, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, 67351Telp. +62 852-0458-1809 e-mail: journalofislamicinsight@gmail.com
Published by CV. Ummul Quro Littijaroh, Indonesia is licensed under CC BY-SA 4.0
Sanguline Theme by Sangu Ilmu


