RESPONSE SUBMISSION
REREFERCE MANAGEMENT TOOLS
IN COLLABORATION WITH
BROWSE
VISITORS
Latar belakang kegiatan pengabdian ini berakar pada kontribusi signifikan sektor pedagang kaki lima (PKL) dalam perekonomian daerah, yang seringkali dibayangi oleh beragam tantangan struktural dan kapasitas (Bhowmik, 2005). Di Kabupaten Lumajang, realitas tersebut termanifestasi dalam bentuk keterbatasan keterampilan produksi, manajemen keuangan yang belum tertata, strategi pemasaran yang konvensional, serta hambatan dalam mengakses permodalan formal. Tujuan program ini adalah untuk melaksanakan intervensi multidimensi yang komprehensif guna meningkatkan kapasitas usaha, mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dan pada akhirnya mewujudkan kemandirian ekonomi para pelaku usaha mikro tersebut. Metode pelaksanaan yang diterapkan bersifat partisipatif dan berkelanjutan, mencakup rangkaian pelatihan intensif pada empat pilar utama—produksi, pembukuan, pemasaran, dan akses modal—yang kemudian diperkuat dengan fase pendampingan yang intensif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang terukur di kalangan peserta, yang selanjutnya berdampak pada optimasi proses produksi, penataan keuangan usaha, adopsi teknik pemasaran sederhana, dan upaya akses ke lembaga keuangan. Secara agregat, perkembangan tersebut berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan ketahanan usaha. Simpulan utama menggarisbawahi bahwa pendekatan pemberdayaan yang holistik dan berorientasi pada pendampingan jangka panjang merupakan kunci dalam mentransformasi potensi ekonomi sektor informal. Program ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan ekonomi akar rumput serta kontribusi akademis bagi pengembangan model pengabdian masyarakat yang integratif
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan kewirausahaan di kalangan alumni pesantren, sebuah kelompok dengan potensi ekonomi yang besar namun seringkali terbatas akses dan kapasitasnya. Artikel ini secara sistematis menguraikan program pendampingan bagi 100 alumni laki-laki Pondok Pesantren Kyai Syarifudin Wonorejo Lumajang dalam mengembangkan bisnis hidroponik selada. Metode yang diterapkan merupakan integrasi antara pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan (mentoring), yang mencakup aspek konseptual kewirausahaan, teknikal hidroponik, dan manajemen bisnis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 70% peserta berhasil mengimplementasikan usaha dan mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan, mengindikasikan efektivitas model intervensi yang holistik. Temuan ini menyimpulkan bahwa pendekatan pemberdayaan yang menggabungkan keilmuan agroteknologi modern dengan nilai-nilai etika pesantren dapat menjadi katalis kuat bagi penciptaan usaha mandiri dan berkelanjutan. Implikasi program menekankan perlunya replikasi dan adaptasi model serupa pada konteks pesantren lain dengan dukungan kebijakan yang memadai
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh fenomena buta huruf Al-Qur’an yang masih dialami oleh segmen ibu-ibu usia lanjut di pedesaan, yang berdampak pada keterbatasan mereka dalam menjalankan praktik ibadah harian secara mandiri. Tujuan dari program ini adalah untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas suatu model intervensi pendidikan keagamaan dasar yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Program dilaksanakan di Desa Kutorenon, Kabupaten Lumajang, melibatkan 30 orang peserta ibu-ibu lansia dengan rentang usia 50-70 tahun. Metode pelaksanaan utama yang digunakan adalah Metode Iqra’, yang diadopsi karena sifatnya yang sistematis, bertahap, dan telah teruji secara luas. Kegiatan berlangsung selama enam bulan dengan jadwal pertemuan intensif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini mencapai tingkat keberhasilan sebesar 85%, ditandai dengan kemampuan mayoritas peserta untuk membaca Al-Qur’an secara mandiri dengan tingkat kelancaran dan ketepatan makhraj yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa dengan pendekatan, metode, dan pendampingan yang tepat, hambatan psikologis dan fisiologis terkait usia dalam pembelajaran dapat diminimalisir. Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas individu tetapi juga memperkuat modal sosial dan spiritual komunitas
Kondisi ekonomi buruh tani tebu di Kecamatan Jatiroto, Lumajang, dicirikan oleh ketergantungan pada musiman, pendapatan rendah, dan lemahnya literasi keuangan (Afifah & Haryanto, 2022). Hal ini menimbulkan siklus kemiskinan yang sulit diputus. Artikel ini melaporkan hasil program pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan kelompok rentan ini melalui pendekatan terpadu. Metode utama yang diterapkan adalah pendampingan berkelanjutan yang mencakup tiga pilar: (1) manajemen keuangan keluarga, (2) pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan (3) penguatan spiritual berbasis nilai ekonomi Islam. Peserta kegiatan terdiri dari 150 buruh tani tebu (laki-laki dan perempuan). Evaluasi program menunjukkan dampak positif yang signifikan, dimana 64% peserta melaporkan peningkatan kualitas hidup dan perilaku ekonomi yang lebih terencana, sementara 10% menunjukkan kesadaran dan komitmen tinggi untuk transformasi ekonomi. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi multidimensi yang menggabungkan aspek teknis-ekonomi dengan pendekatan nilai spiritual dapat menjadi model efektif untuk pemberdayaan ekonomi komunitas berpendapatan rendah. Program ini menyoroti pentingnya pendampingan yang tidak hanya berfokus pada kapasitas produksi, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan perilaku konsumsi
Latar belakang kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya kemampuan membaca kitab kuning (kitab gundul) di kalangan mahasiswa pondok pesantren, yang menjadi penghalang utama dalam mengakses khazanah keilmuan Islam klasik (Mufidah, 2019). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi baca kitab kuning mahasiswa Pondok Mahasiswa Ummul Quro Kaliwates Jember melalui penerapan metode pembelajaran nahwu-shorof yang terstruktur, yaitu Metode Al-Miftah Sidogiri (Sulaiman, 2020). Subjek kegiatan melibatkan 100 santri mahasiswa, 5 guru, 1 pengawas, dan 1 pimpinan kegiatan. Metode pelaksanaan dilaksanakan secara hibrid, menggabungkan pemberian motivasi, penyampaian teori kaidah gramatika bahasa Arab (nahwu-shorof) secara sistematis, dan praktik membaca langsung berbagai matan kitab kuning. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan dengan frekuensi pertemuan rutin setiap malam pasca salat Isya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 60% peserta (60 mahasiswa) mengalami peningkatan signifikan dan mampu membaca kitab kuning dengan baik, 30% (30 mahasiswa) mengalami peningkatan parsial, dan 10% (10 mahasiswa) masih memerlukan pendampingan intensif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Al-Miftah Sidogiri secara terstruktur dan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kemampuan baca kitab kuning mahasiswa, dengan faktor kunci keberhasilan terletak pada konsistensi praktik dan pendampingan yang intensif. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dan dikembangkan dengan sistem kaderisasi tutor sebaya
Lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya di tingkat menengah pertama, menghadapi tantangan persaingan yang semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi. Branding sekolah yang kuat dan autentik menjadi faktor kritis untuk menarik minat masyarakat dan mempertahankan eksistensi. Artikel ini mendokumentasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan memperkuat branding Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarifudin Wonorejo Lumajang melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan mitra, yaitu belum terintegrasinya strategi branding secara sistematis, belum optimalnya publikasi prestasi, dan kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif dan holistik, meliputi pelatihan guru dan manajemen, pembinaan ekstrakurikuler siswa, serta penguatan media sosial dan jejaring kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas internal sekolah dalam mengelola identitasnya, diikuti oleh peningkatan prestasi siswa di berbagai lomba serta peningkatan visibilitas digital madrasah. Pembahasan menguraikan bagaimana integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan keislaman membentuk identitas unik (differentiated identity) yang menjadi fondasi branding yang berkelanjutan. Program ini berhasil menciptakan dampak jangka pendek berupa peningkatan kompetensi dan prestasi, serta membuka jalan bagi dampak jangka menengah berupa peningkatan daya saing institusional. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis aset lokal (asset-based community development) dalam branding sekolah tidak hanya efektif secara strategis, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk konservasi nilai sosio-kultural di tengah arus modernisasi pendidikan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Lumajang. Namun, daya saing mereka sering terkendala oleh rendahnya adopsi teknologi digital dalam strategi pemasaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital bagi 100 pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang. Metode yang diterapkan adalah pelatihan intensif dan pendampingan selama tiga bulan, dengan materi meliputi pemanfaatan platform media sosial, pembuatan konten dan iklan digital, teknik live selling, strategi penjualan online, pembukuan sederhana, serta pengemasan dan pengiriman produk. Evaluasi dampak menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan literasi digital dan kapabilitas pemasaran peserta. Secara kuantitatif, 63% peserta melaporkan perkembangan bisnis yang signifikan melalui implementasi strategi yang diajarkan. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi berupa pelatihan yang diikuti pendampingan intensif merupakan model efektif untuk mempercepat transformasi digital UMKM lokal. Program berkelanjutan dan kolaborasi multipihak direkomendasikan untuk memperkuat dampak dan keberlanjutan inisiatif ini
Keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi mikro memiliki peran krusial dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi inklusif. Namun, potensi ini sering terkendala oleh keterbatasan kapasitas teknis, manajerial, dan akses terhadap pengetahuan kewirausahaan yang sistematis. Artikel ini membahas implementasi dan hasil dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbentuk pendampingan intensif yang ditujukan kepada 93 anggota jamaah pengajian ibu-ibu An-Nasiati. Metode intervensi yang diterapkan merupakan integrasi antara pelatihan teori-praktik dalam bidang kewirausahaan, produksi, pembukuan keuangan, pemasaran digital, dan analisis kelayakan bisnis, yang dikombinasikan dengan pendampingan berkelanjutan selama enam bulan. Evaluasi program menunjukkan dampak yang signifikan, dengan 40% peserta berhasil mendirikan usaha mikro baru secara mandiri, 15% mampu mengembangkan usaha yang telah ada, dan 10% lainnya menunjukkan peningkatan motivasi dan orientasi kemandirian ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pemberdayaan yang terstruktur, kontekstual, dan berbasis pada modal sosial komunitas keagamaan dapat menjadi model efektif untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui peningkatan kapasitas perempuan. Rekomendasi kebijakan dan praktik diarahkan pada perlunya program pendampingan tahap lanjutan dan penciptaan ekosistem pendukung yang lebih luas bagi usaha mikro perempuan
RESPONSE SUBMISSION
REREFERCE MANAGEMENT TOOLS
IN COLLABORATION WITH
BROWSE
VISITORS
DEDICASIA: Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Jalan Juwet Nomor 19, Dusun Krajan 2, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, 67351
Telp. +62 852-0458-1809 e-mail: journalofislamicinsight@gmail.com

DEDICASIA: Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Published by CV. Ummul Quro Littijaroh, Indonesia is licensed under CC BY-SA 4.0